
Surabaya, 11 november 2025, – Dalam upaya menanamkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sejak dini, TK Katolik Santa Clara menjalin kerja sama edukatif dengan tim medis dari Rumah Sakit Siloam. Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme ini mengangkat tema “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)” sekaligus “Pengenalan Profesi Dokter”.Dipandu langsung oleh Dokter Siti dari RS Siloam, para siswa-siswi cilik TK Santa Clara mendapatkan pengetahuan baru yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.
Mengenal Kunci Hidup Sehat bersama Dokter Siti, Di awal sesi, Dokter Siti mengajak anak-anak untuk memahami empat pilar utama dalam menjaga kesehatan: Mencuci Tangan: Anak-anak diajarkan langkah-langkah mencuci tangan yang benar untuk mengusir kuman, bahkan sambil menyanyikan lagu agar lebih mudah diingat. Menggosok Gigi: Pentingnya menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur ditekankan, lengkap dengan demonstrasi cara sikat gigi yang efektif. Gizi Sehat: Dokter Siti memperkenalkan jenis-jenis makanan sehat yang harus dikonsumsi agar tubuh kuat dan cerdas. Tidur Teratur: Anak-anak juga diingatkan bahwa tidur yang cukup dan teratur sangat penting untuk pertumbuhan mereka.
Selain edukasi PHBS, Dokter Siti juga menjelaskan apa saja tugas seorang dokter, yaitu membantu orang yang sakit agar kembali sehat, mencegah penyakit, dan memberikan nasihat kesehatan. Anak-anak menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap penjelasan tersebut. Mereka berebut ingin mempraktikkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar. Bagian yang paling dinantikan oleh anak-anak adalah sesi pengenalan kendaraan penyelamat: Ambulans! Dokter Siti mengajak anak-anak untuk melihat langsung bagian dalam ambulans, memperkenalkan berbagai alat-alat perlengkapan medis yang ada di dalamnya, mulai dari kotak P3K hingga alat bantu pernapasan. Mereka juga diajak mencoba duduk di kursi paramedis dan melihat bentuk ambulans dari dekat. Puncaknya, suara sirine ambulans yang nyaring dibunyikan. Anak-anak diajarkan apa yang harus mereka lakukan ketika mendengar suara sirine, yaitu segera menepi dan

memberikan jalan agar ambulans bisa membawa pasien dengan cepat. Keceriaan berubah menjadi rasa ingin tahuyang dalam saat sesi tanya jawab. Beragam pertanyaan polos dan kritis pun dilontarkan kepada Dokter Siti. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian adalah:
“Dokter-dokter, kenapa ruangannya tidak ada sekatnya?” tanya seorang anak polos, mungkin melihat tata letak kursi dan alat di dalam ambulans atau ruang edukasi. Dokter Siti dengan sabar dan senyum menjelaskan bahwa semua pengaturan ruangan dan peralatan dirancang untuk membantu dokter dan perawat agar bisa bekerja cepat dan mudah menjangkau pasien. Kegiatan edukasi dan pengenalan profesi ini diharapkan dapat menghilangkan rasa takut anak-anak terhadap dokter dan rumah sakit, serta menumbuhkan minat mereka terhadap dunia kesehatan.
